About Diary Article Tutorial Freebies Lyrics Gallery

Cobaan Hidup yang Menyesakkan Dada

Moshi moshi minna ..
Bagaimana kabar kaliah hari ini? Semoga tetap sehat dan tetap dalam lindungan Allah ya^^
Minna, hari ini aku posting di blog ini sekalian mau curhat, curhat pengennya banyaak banget yang ingin aku omongin disini. Well kalau kalian mau membaca curhatanku ini baca terus sampai bawah yahh 😁😁
Ini adalah kisahku sejak aku lulus dari D3 kebidanan Oktober lalu, yahh bisa dibilang gelarku sekarang dibelakang namaku ada embel-embel Amd.Keb nya dan menurutku itu embel embel agak berat banget yahh buat dimilikin, huaw. Ya itulah hidupku sekarang.
Dan pada hari setelah wisuda aku nganggur tanpa kerjaan sampai sekarang. Loh ya kenapa nganggur? Gini ceritanya.. Sebenarnya aku pengen banget nerusin kuliah diatas D3 ya pengennya sih S1 tapi D4 juga sempat aku pikirkan dan itulah pilihanku. Karena kampusku agak lemot bagian akademiknya, jadinya wisuda serta penyusunan LTA (semacam karya tulis ilmiah) mundur banget sampai diluar jadwal. Tetapi sempat aku daftar ke Unair karena itulah kampus impianku untuk melanjutkan S1 Kebidanan ku disana. Apalah daya saat pendaftaran di Unair kampusku saat itu masih ada praktik klinik di sekitar bulan Juli dan alhasil hanya bisa daftar nama doang *nangis kejang.
Eits .. penderitaan baru akan dimulai dari sini. Setelah lulus aku yang ingin melanjutkan kuliahku sama bapak nggak boleh kerja dulu .. suruh nunggu aja setaun lagi karena saat setelah wisuda pendaftaran di kampus-kampus udah pada ditutup. Iya udah aku lakuin apa kata bapak, dirumah aja nih? Nganggur? Dan nggak kerja? Yap itulah hal yang terjadi padaku. Oke lah gapapa. Karena kampus lemot jadi SKL, ijazah, dll nggak bisa keluar secara bersamaan dan harus nunggu sekiranya bisa untuk ditunggu, ciah 😅
Hari demi hari kulalui dengan pasrah, pasrah dengan keadaan, pengen sih aku kerja kayak temen-temen yang udah pada kerja semua yah tapi apalah daya hanya bisa duduk dirumah. Aku dan keempat sahabatku nggak ada yang kerja dulu karena mempertimbangkan banyak hal ini itu dan masih pengen dirumah *emang sahabatku itu aneh semua. Gerah dirumah akhirnya aku nekat ngelamar kerja di klinik dekat rumahku karena saat itu disana ada lowongan, dan tentu saja tidak maksimal dengan berkas yang sangat minimalis karena STR (semacam surat ijin bidan) juga belum keluar karena kampus telat dan ujian masih bulan Maret 2017 mendatang. Berani juga akhirnya aku mendaftar dan hasilnya nggak ada panggilan interview kerja sampai sekarang. Ealah entahlah mungkin belum rejeki nya kali yakk.
Masuk bulan Februari aku iseng-iseng liatin beasiswa untuk kuliah diluar negeri, karena salah satu cita-cita terbesarku adalah aku pengen ngelanjutin kuliah ke luar negeri tapi dari beasiswa tentunya, kalo dari uang sendiri sepertinya mahal sekali ahahah *tabok pakek panci. Sekalian aku ingin meringankan beban orang tuaku untuk biaya kuliahku itu. Nah dari itu aku mulai rajin searching tentang universitas diluar negeri yang membuka beasiswa bagi mahasiswa asing. Singkat cerita karena kebanyakan mikirin beasiswa aku jadi sakit, dan anehnya beasiswa ke luar negeri itu selalu saja datang ke mimpiku saat aku sakit dan rasanya kepalaku penuh gara-gara mikirin beasiswa itu *stress tingkat akut. Walaupun sakit aku nekat juga untuk belajar SBMPTN untuk ujian ke Unair tahun ini dan akhirnya otak sudah enggak kuat dan dengan terpaksa aku tutup buku dulu dan menikmati sakitku yang hampir 2 minggu itu, lama bener yakk.
Saat aku memutuskan melanjutkan ke Unair, aku sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari untuk belajar soal SBMPTN juga, dan bukan cuma itu saja .. karena ujian kebidananku akan dilaksanakan di bulan Maret, aku juga harus belajar untuk itu dan kedua-dua nya tentu saja nggak boleh disepelekan. Saat melihat PPMB universitas Airlangga aku memang sedikit ragu mau daftar karena banyak tentang kampusku yang tidak memenuhi persyaratan masuk kesana. Hingga akhirnya aku berjuang dan memberanikan diri bertanya di blog-blog yang membahas tentang Unair, mengirim email ke PPMB nya sampai ditolak gara-gara email nya udah overload dan akhirnya aku bertanya ke FB group nya PPMB Unair. Dan alhamdulillah masalahku terselesaikan satu, dan aku bahagia banget dapat balasan dari admin grop itu. Masalah sebenarnya memang ada di akreditasi kampusku sih.
Setelah itu, masalah yang lain pun muncul. Aku tak sengaja baca postingan salah satu kakak dari Unair yang ketrima di Unair tahun kemarin, yah bisa dibilang sharing tentang pengalamannya dan kiat-kiat pendaftaran di Unair dan betapa kagetnya aku ternyata permasalahan tinggi badan diprioritaskan, padahal aku sudah senang karena dulu tinggi badan nggak jadi permasalahan. Aku jadi galau tingkat dewa. Akhirnya aku jadi negative thinking dan bertanya ke orang tuaku khusus nya mamak ku .. lah elah malah jawabanyya terserah katanya beliau nggak ngerti soal begituan. Aku jadi ingin pindah lapak ambil jurusan Kesehatan Masyarakat, mungkin aku nggak dibolehin masuk kesana yaa dilihat dari nada-nada mamakku yang akhirnya aku disuruh pindah ke D4 saja. Huaaaaaww serasa perjuanganku dan keyakinanku hancur seketika tak berbekas mendengar hal itu. Serasa usahaku selama ini sia-sia padahal aku sudah berjuang sangat keras 😢😭
Aku nangis semalaman suntuk memikirkan hal itu, karena salah satu alasanku kuliah ke Unair ingin sekali lebih enak untuk mengajukan S2 nanti.. yah apa boleh buat, dan sampai sekarang masalahku itu belum terpecahkan dan aku masih berasa terombang-ambing ombak laut tanpa tujuan yang jelas. Banyak banget cobaannya perasaanku. Aku memang nggak berani mengambil keputusan tanpa restu dari orang tua sebab restu itu nomor satu bagiku, yah sempat aku berpikir kalau nggak dapet restu dari orang tua mending nggak usah diambil, tapi aku akan berusaha meyakinkan mereka agar mau menerima keputusanku dan merestui aku, Amiiinnn. Dan gara-gara mikirin hal yang sangat banyak itu aku sempat insomnia nggak bisaa tidur sampai pagi selama 2 hari ini, yahh katanya sih aku orang introvert yang kalo sendirian suka mikirin dalam-dalam, ada benarnya juga sih aku emang tipe orang pemikir.
Nah aku akan mulai berjuang lagi untuk meyakinkan orang tuaku dan semoga tetap bisa berhasil yah minna, masuk Unair nya juga dan keturutan kuliah S2 di luar negeri.. minta doanya ya .. baiklah sampai disini dulu curhatanku dan terimakasih udah ngikutin ceritaku yang agak mengenaskan ini, sampai jumpa lagi di postinganku berikutnya minna 😭




Arigatou for reading, please leave a comment ^^

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...